Ubur-ubur Ungu (Cephea sp.) di Teluk Palu
  • PRL DKP
  • 23 Februari 2023
  • 1035 x

Palu, ReferensiA.id - Sepekan terakhir muncul ubur-ubur berwarna ungu di Teluk Palu. Kemunculan ubur-ubur itu menarik perhatian warga Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Sebagian warga penasaran dengan fenomena kemunculan ubur-ubur yang sebelumnya tidak biasa terlihat di Teluk Palu. Bahkan beberapa warga bertanya-tanya, muncul ubur-ubur ungu di Teluk Palu pertanda apa?


Menurut Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir - Ahli Muda Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulawesi Tengah Nur Masita M Ardy, kemunculan ubur-ubur berwarna ungu itu disebabkan berbagai faktor. Munculnya serombongan ubur-ubur ungu di antaranya sebagai pertanda lingkungannya telah tercemar.

“Untuk kondisi lingkungan perairan terutama penyebabnya, di antaranya sampah yang terbawa arus permukaan mempengaruhi migrasi jalur ubur-ubur,” ungkap Sita saat dikonfirmasi oleh ReferensiA.id, Selasa 21 Februari 2023.

Selain itu, salah satu penyebab munculnya biota laut yang juga dikenal dengan nama lain ubur-ubur mahkota atau cephea-cephea ini karena suhu perairan, pergerakan masa air laut dan arus.


Sementara itu, beberapa waktu terakhir warga tampak menjadikan kemunculan ubur-ubur berwarna ungu itu sebagai tontonan. Ada pula yang mengabadikan lewat gawai mereka.

Ubur-ubur berwarna ungu mencolok itu muncul di area tambatan perahu nelayan, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Ukuran ubur-ubur itu rerata diperkirakan berdiameter 10 hingga 15 sentimeter.

Warga berkerumun menyaksikan penampakan ubur-ubur ungu itu lantaran sebelumnya jarang terlihat di perairan Teluk Palu. Beberapa warga yang penasaran dengan kehadiran ubur-ubur itu bahkan ada yang memegangnya untuk difoto.

Sumber : https://referensia.id/


Palu, Likein – Kemunculan ubur-ubur ungu di perairan Teluk Palu disebut terjadi lantaran perubahan kondisi lingkungan.

Menurut Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Ahli Muda Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng, Nur Masita M Ardy, kondisi lingkungan di laut turut memengaruhi migrasi hewan laut termasuk ubur-ubur. Masita menyebut perubahan kondisi perairan itu di antaranya sampah yang terbawa arus permukaan.

“Suhu perairan, pergerakan masa air laut, dan arus juga bisa menjadi penyebabnya,” Masita menjelaskan, Selasa, 21 Februari 2022.

Seperti diketahui, angin kencang dan gelombang laut tinggi dalam sepekan ini melanda sejumlah daerah di Indonesia termasuk Kota Palu yang dipicu pergerakan angin dari Selat Makassar.

Terkait munculnya biota laut yang juga disebut ubur-ubur mahkota itu, Masita mengimbau warga tidak menyentuhnya apalagi jika biota itu dalam kondisi hidup karena dapat biota itu dapat mengeluarkan racun.


Munculnya ubur-ubur berwarna ungu itu di Teluk Palu tepatnya di Pantai Kampung Nelayan itu menjadi perhatian warga karena merupakan fenomena yang jarang terjadi.

Tidak seperti pada umumnya, selain warnanya yang mencolok, ubur-ubur tersebut memiliki semacam mahkota dengan benjolan-benjolan di bagian atasnya. (Santo)

Sumber : https://likein.id/