BIOTA DILINDUNGI PROVINSI SULAWESI TENGAH
Definisi ikan menurut UU No. 31/2004 Pasal 1:4: Ikan adalah jenis organisme yang seluruh atau sebagian dari siklus hidupnya berada dalam lingkungan perairan. Penjelasannya memasukkan jenis-jenis: Pisces; Crustacea; Mollusca; Coelenterata; Echinodermata; Amphibia; Reptilia; Algae; dan biota perairan lainnya yang ada kaitannya dengan jenis-jenis termasuk di atas; semuanya termasuk bagian-bagiannya dan ikan yang dilindungi. Secar a Internasional terdapat konvensi yang berupaya untuk melindungi perdagangan spesies flora dan fauna, seperti Convension on International Trade in Endangered Species of Wild Flora and Fauna (CITES-WFF)., Convension on Biological Diversity (CBD), sedangkan di Indonesia terdapat Konservasi Sumber Daya Ikan (KSDI).
Jenis ikan yang dilindungi berdasarkan peraturan perundang-undangan, dan/atau dilindungi berdasarkan ketentuan hukum internasional diratifikasi, termasuk telur, bagian tubuh, dan/atau produk turunannya (derivat). (Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 35/PERMEN-KP/2013 tentang Tata Cara Penetapan Status Perlindungan Ikan). Kriteria Jenis Ikan yang dilindungi antara lain terancam punah, langka, daerah penyebaran terbatas (endemik), terjadi penurunan jumlah individu dalam populasi ikan di alam secara drastis, dan tingkat kemampuan reproduksi yang rendah.
Eksploitasi sumber daya alam yang tidak terkendali menjadi penyebab beberapa spesies mengalami ancaman kepunahan, kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh berbagai aktivitas pembangunan yang tidak ramah lingkungan juga telah menyebabkan kerusakan sebagian ekosistem yang pada akhirnya berdampak pada ancaman kelangkaan bahkan kepunahan. Ancaman kepunahan lebih banyak disebabkan oleh aktivitas manusia yang bersifat destruktif, seperti penangkapan ikan yang melebihi batas potensi lestarinya (over fishing), pencemaran, kerusakan habitat, penangkapan yang bersifat destruktif (penggunaan bahan peledak dan bahan beracun), kegiatan pertanian yang menggunakan bahan kimia, pembangunan bendungan yang memutus jalur ruaya, dan lain sebagainya.
Penyu sisik (Eretmochyles imbricate)
Ikan duyung (Dugong Dugon)
Banggai Cardinal Fish (Pterapogon Kauderni)
Ikan Napoleon (Chellinus Undulatus)
1. Eretmochyles imbricata (Penyu Sisik) - Donggala (pulau-pulau pantai Barat) Poso (Kepulaun Togian-Una Una, Batudaka, Togian, Talatakoh, Waleakodi, Weleabahi, dan Pulau Puah), Toli-Toli, Luwuk (Pulau-Pulau sebelah tenggara) dan Banggai
2. Chelomia mydas (Penyu Hijau) - Poso (Kep. Togian-Una Una, Batudaka, Togian, Talatakoh, waleakodi, weleabahi dan P. puah), Toli-Toli (P. Dolangan, P. Lingayan)
3. Dermochyles coriaceae (Penyu Belimbing) - P.Mamboro, Luwuk (Teluk Ambelang Desa Tompudau)
4. Latimeria menadoensis (Ikan Raja Laut) – Toli-toli
5. Globicephala Macrorhynchus (Ikan Paus Pilot) – Kepulauan Togean
6. Balaenoptera Musculus (Ikan Paus Biru) – Perairan Kabupaten Toli-toli
7. Dugong Dugon (Ikan Duyung) – Perairan Luwuk
8. Chellinus Undulatus (Ikan Napoleon) – Teluk tomini, Teluk Telo, Banggai Kepulauan, Banggai
9. Hippocampus trimaculatus (Kuda Laut Trimaculatus) – Batui (Teluk Tolo)
10. Hippocampus waleananus (Kuda Laut Walea) – Poso (Pulau Wagea, Togian)
11. Rhincodon typus (Hiu Paus) – Palu (pantai tondo), Banggai kepulauan
12. Tridacna gigas (Kima Raksasa) – Teluk Tomini
13. Tridacna derasa (Kima Selatan) – Toli-toli
14. Acropora sp. (Karang tonjol) – Teluk tomini, Teluk Telo
15. Mantipora sp. (Karang Mangkok) – Teluk Tomini, Teluk Telo
16. Turbinaria Peltata (Karang Pagoda Menara) – Teluk Tomini, Teluk Telo
17. Turbinaria mesenterina (Karang Pagoda Mangkok) – Teluk tomini, Teluk Telo
18. Catalaphyllia jardinei (Karang Kolang Kaling Kembar) – Teluk tomini, Teluk Telo
19. Euphyllia glabrescens (Karang Anemon) – Teluk Tomini, Teluk Telo
20. Euphyllia Ancora (Karang Kuku) – Teluk Tomini, Teluk Telo
21. Plerogyra Sinuosa (Karang Kolang Kaling Cendol) – Teluk Tomini, Teluk Telo
22. Physogyra lichtensteini (Karang Mutiara) – Teluk tomini, Teluk Telo
23. Caulastrea Echinulata (Karang Polip Echinulata) – Teluk tomini, Teluk Telo
24. Favia Pallida (Karang Nanas Pisang) – Teluk Tomini, Teluk Telo
25. Favites Abdita (Karang Nanas Sambung) – Teluk Tomini, Teluk Telo
26. Favites chinensis (Karang Nanas Biru) – Trluk tomini, Teluk Telo
27. Goniastrea pectinata (Karang Nanas Kawat) – Teluk Tomini, Teluk Telo
28. Montastrea Annuligera (Karang Nanas Garis) – Teluk Tomini, Teluk Telo
29. Montastrea valenciennesi (Karang Nanas Garis) – Teluk tomini, Teluk Telo
30. Fungi Fungites (Karang Piring Cembung) – Teluk Tomini, Teluk Telo
31. Fungia molusccensis (Karang Piring Cembung) -Trluk Tomini, Teluk Telo
32. Fungia Paumotensis (Karang Piring Cembung) – Trluk Tomini, Teluk Telo
33. Heliofungia Actiniformis (Plate Anomone) – Teluk Tomini, Teluk Telo
34. Polyphyllia Talpina (Karang Lidah) – Teluk tomini, Teluk Telo
35. Galaxea Astreata (Karang Koreng Astrea) – Teluk Tomini, Teluk Telo
36. Galaxea Fascicularis (Karang Koreng Fascicularis) – Teluk tomini, Teluk Telo
37. Symphyllia sp. (Karang Otak) – Teluk Tomini, Teluk Telo
38. Labophyllia sp. (Karang Daging) – Teluk Tomini, Teluk Telo
39. Cynarina Lacrymalis (Karang Otak Pulo) – Teluk Tomini, Teluk Telo
40. Scolymia Vitiensis (Karang Donat Gigi) - Teluk Tomini, Teluk Telo
41. Merulina Ampliata (Karang Tonjol Daging) – Teluk Tomini, Teluk Telo
42. Pectinia Lactuca (Karang Sawi) – Teluk Tomini, Teluk Telo
43. Nemenzophyllia Turbida – Teluk Tomini, Teluk Telo
44. Goniopora Lobata (Batu Yo Lobata) – Teluk Tomini, Teluk Telo
45. Goniopora Stokesi (Karang Batu Jeruk) – Teluk Tomini, Teluk Telo
46. Alveopora Spongiosa (Karang Alveopora) – Teluk tomini, Teluk Telo
47. Trachyphyllia Geoffroyi (Karang Otak) – Teluk Tomini, Teluk Telo
48. Wellsophyllia Radiata – Teluk Tomini, Teluk Telo
49. Tubipora Musica (Karang Pipa) – Teluk Tomini, Teluk Telo
50. Millepora sp. (Karang Api) – Teluk Tomini, Teluk Telo
51. Birgus Latro (Ketam Kenari/Kepiting Kelapa) – Pulau Togian, Toli-toli
52. Antiphates sp. (Koral Hitam) – Perairan Banggai
53. Holothuria Scabra (Teripang Pasir) – Teluk Tolo
54. Stichopus Ananas (Teripang Nanas) – Perairan Teluk Tomini dan Teluk Tolo
55. Pterapogon Kauderni (Banggai Kardinal Fish) – Kepulauan Banggai (Perairan Banggai, Bakakang, Bangko, Labobo, Loisa, Peleng), Kab. Luwuk (Teluk Luwuk)
Itulah sedikit ulasan tentang jenis-jenis ikan dan biota laut yang dilindungi, semoga masyarakat dapat ikut menjaga dan melestarikan jenis-jenis ikan dan biota laut yang dilindungi untuk menghindari kepunahan, serta dapat menjelaskan dan menunjukkan ke anak cucu kita jenis-jenis ikan dan biota laut yang dilindungi tersebut dengan tidak hanya bercerita menggunakan gambar.